Posts Tagged ‘Renungan

12
Sep
08

Prihatin…prihatin

Pagi tadi sambil menunggu antrian kamar mandi, kududuk di depan TV untuk menonton berita. Sekilas tampil berita keracunan yang saya belum tahu keracunan apa dan memakan korban 13 orang yang beberapa diantaranya meninggal dunia. Sejenak muncul iba di hati. “wah… keracunan apa lagi nih, kasihan mereka yang terbaring di rumah sakit. Tak lama kemudian telingaku menangkap info yang membuatku semakin prihatin. Ternyata mereka keracunan dalam pesta minuman keras !!!
Masya Allah …

Beberapa kali kuucapkan kata itu. Di bulan Ramadhan bukannya mendulang pahala, tetapi malah membuat dosa. Apa mereka tidak takut dengan akibat yang mereka lakukan. Apalagi sampai ada yang meninggal.

Tentu hal yang sangat menakutkan, mati dalam keadaan melakukan perbuatan dosa/haram. Sering khan kita dengar berita, orang yang mati karena merampok, saat berzina, karena over dosis dan sebagainya.
Padahal di bulan Ramadhan inilah kesempatan emas buat memperbaiki diri, menjaga hati dari penyekit-penyakit hati dan meraih bonus pahala yang telah disediakaNya khusus di bulan Ramadhan ini.

Sesungguhnya Allah lah yang membolak balikkan hati manusia. Hanya kepadaNya kita memohon agar tetap selalu dalam ridho dan ampunaNya. Dan hanya kepadNya kita memohon untuk tetap dalam agamaNya. Mohonlah selalu agar kita diwafatkan dalam Husnul Khotimah.

Tanda-tanda Husnul Khotimah yaitu :

[1] Mengucapkan syahadat di saat meninggal
[2] Mati dengan berkeringat pada dahi
[3] Mati pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at
[4] Mati Syahid di medan jihad
[5] Mati terkena penyait thaa’uun
[6] Mati terkena penyakit perut
[7] Mati tenggelam
[8] Mati terkena reruntuhan
[9] Mati seorang wanita hamil karenan janinnya
[10] Mati terkena penyakit paru
[11] Mati membela agama atau diri
[12] Mati membela/mempertahankan harta yang akan dirampok
[13] Mati dalam keterikatan dengan jalan Allah
[14] Mati dalam suatu amalan shalih
[15] Mati terbakar
Untuk lebih detil, bisa baca di sini

Walahaulawala quwwata illa billah

Iklan
01
Jul
08

Hindari Konsumerisme

Pola hidup konsumerisme sudah mulai menjangkiti generasi muda. Apalagi dengan maraknya iklan di media massa sekarang ini, bila tidak jeli, maka kita dapat terjebak dalam budaya konsumerisme.  Akibatnya dapat berdampak pada kondisi keuangan yang bisa jadi “lebih besar pasak daripada tiang”. Bagaimana agar dapat menghindari pola konsumerisme ini ?

Jangan jalan ke tempat perbelanjaan bila tidak perlu
Hindari jalan-jalan ke mall atau ke tempat perbelanjaan bila memang tidak ada kebutuhan yang akan dibeli. Karena anda dapat tergoda oleh barang yang sebenarnya tidak anda butuhkan. Bawalah uang secukupnya, sehingga keinginan anda untuk membeli dapat terkendali.

Apalagi ya… ?

07
Jun
08

Suka mengakhirkan waktu sholat

Ada seorang lelaki penduduk Madinah, ia mempunyai saudara perempuan yang tinggal di suatu tempat di Madinah. Suatu hari, saudara perempuan itu meninggal lalu ia pun menguburnya.

Saat ia dalam perjalanan pulang, ia teringat bahwa ada sesuatu yang tertinggal di dalam kuburan itu. Maka ia meminta salah seorang temannya untuk membantunya. Kedua orang itu lalu menggali kuburan dan mereka menemukan barang yang dicari. Lelaki itu berkata kepada temannya, “Menjauhlah kau, agar aku dapat melihat saudara perempuanku.” Ia mengangkat penutup liang kubur. Tiba-tiba ia melihat api yang menyala. Cepat-cepat ia tutup kembali liang itu dan meratakan kuburan dengan tanah.

Kemudian ia pergi ke tempat ibunya. Ia bertanya, “Bagaimana sebenarnya keadaan saudara perempuanku pada saat hidup?”
Si ibu bertanya, “Mengapa engkau bertanya demikian, dia kan sudah meninggal?”
Maka lelaki itu menceritakan pemandangan yang baru saja ia lihat di kuburan saudara perempuannya.
Si ibu menjawab, “Saudara perempuanmu dulu suka mengakhirkan shalat dari waktunya, ia suka mengintip rumah tetangga dan menguping pembicaraan mereka lalu menceritakannya pada orang lain.”

*101 Kisah Teladan*

10
Apr
08

Apa selalu, baca ….. kalo baru mau …..

Saat membaca daftar judul buku yang dibawa seorang sales penerbit, pandangan saya tertuju pada 2 buah judul buku. “Start smart memompa kecerdasan sejak dini” & “Permainan kreatif pengisi waktu luang”. Muncul pertanyaan-pertanyaan di otak saya : yang merangsang kecerdasan anak tu apa aza ya; kok anak-anak ada yang pintar, ada yang lambat daya tangkapnya; kok si A usia segini dah bisa bicara, kok si B usia segini belum bisa?; apa maksud permainan kreatif buat anak ya, masa kecilku dulu permainannya termasuk kreatif ga? hm.. pasti permainan anak-anak di TK termasuk kreatif; berarti tiap permainan ada maksudnya; emang tujuannya apa aza ya ?. Trus.. dan banyak lagi hingga akhirnya saya memutuskan untuk memesan 2 buku tersebut. Untungnya lagi saya langsung memesan ke penerbitnya, sehingga dapat diskon 20 %. Lumayan khan ….

Tiga hari kemudian mas penerbitnya datang ke kantor mengantar pesanan saya. Saat saya mengambil uang untuk membayar, mas penerbit tersebut bertanya, “emang sudah berapa jumlah putra dan putrinya bu ? . Sambil tersenyum saya jawab “Wah… mas, jangankan putra dan putri, wong abinya aza belum terdeteksi dimana rimbanya, he..he..”. Mas penerbit tersebut tertawa mendengar candaan saya. “Maaf mbak, saya lihat dari judul buku yang mbak pesan, saya kira mbak sudah punya putra putri”. “Ga papa mas. Saya memang senang baca buku. Termasuklah tentang psikologi. Buku yang saya pesan ini kan berhubungan dengan psikologi anak. Saya juga punya beberapa literatur tentang pendidikan anak” kata saya sambil memberikan sejumlah uang kepadanya.

Lanjutkan membaca ‘Apa selalu, baca ….. kalo baru mau …..’

13
Feb
08

Dunia kecilku memang beda

Dunia anak adalah dunia yang sangat menyenangkan. Kembali saya teringat bagaimana masa-masa kecil dulu. Bagaimana masa-masa kecil saat bersama keluarga dan teman-teman bermain. Namun… sekarang ini saya merasa dunia kecil anak-anak sekarang banyak berbeda dengan dunia kecil saya dulu. Seperti 2 diantara peristiwa-peristiwa yang saya temui pada siswa-siswi di sekolah.
Peristiwa 1
Seorang ibu (orang tua murid) bercerita kepada saya tentang putrinya yang baru duduk di kelas 1 SD :
Ika : Ma, ma … Ika dah punya pacar di sekolah, orangnya biasa aja sih Ma
Sang mama sempat terkejut, tapi dia tidak memarahi sang anak, karena kawatir si anak nanti tidak mau curhat lagi (tidak merasa aman).
Mama : Menurut Ika, pacar itu apa sih ?
Ika : Pacar itu ya.. kalo kemana-mana selalu sama-sama. Biasanyakan Ika kalo main, ambil spidol di kantor selalu sama-sama dia. teman-teman bilang itu pacar Ika.

Ingin tahu lebih jauh ? …




a

Yang bersilaturahmi

who's online