Archive for the 'Tips' Category

04
Nov
09

Bagaimana Menghindari Makanan Haram

Para istri yang hidup di tiga zaman (sahabat, tabi’in dan atba’ tabi’in) mempunyai tradisi tersendiri. Jika para suami mereka akan keluar mencari rezeki, mereka berpesan “, takutlah kepada Allah terhadap kami, dan janganlah memberi makan kami dari barang haram. Sesungguhnya kami masih bisa sabar terhadap kelaparan, akan tetapi kami tidak tahan terhadap siksa neraka”. (Al Ghazali dalam Al Ihya Ulumiddin, di akhir Bab Nikah).

Ibnu Sirin, seorang tabi’in senior, jika melepas kepergian seseorang dia mengatakan, “Takutlah kepada Allah, dan carilah rezeki halal yang telah ditetapkan kepadamu. Jika engkau mengambilnya dari sesuatu yang haram, maka itu tidak akan menambah jumlah rezeki yang telah ditetapkan Allah kepadamu”.

Berikut tips menghindari makanan haram

  • Pastikan tempat makan yang akan kita datangi dikelola seorang muslim.
  • Hindari tempat makan yang menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya.
  • Hindari juga tempat makan yang menyajikan masakan halal namun ada juga masakan haram. Sebab, otomatis menggunakan peralatan masak yang sama sehingga yang haram bisa tercampur dengan yang halal.
  • Jika mau lebih berhati-hati, pastikan rumah makan yang didatangi sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Perhatikan ada tidaknya logo Halal MUI yang berwarna hijau, atau logo halal Malaysia serta nomor registernya di sertifikat tersebut.
  • Jika hendak membeli suatu produk, perhatikan merk dagang dan perusahaan pembuat pabrik) yang tercantum di kemasannya. Ada beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat halal tapi pada kemasannya tak tercantum logo halal. Ini biasanya terjadi pada produk terbarunya. Untuk mengetahui perusahaan mana yang sudah bersertifikat halalbisa ditelusuri di situs http://www.halalguide.info
  • Jangan lupa perhatikan pula produk turunan hewan yang perlu diwaspadai. Biasanya makanan yang mengandung bahan-bahan ini menggunakan istilah-istilah tertentu.
  • Jika mau sedikit repot, lebih baik membawa bekal makanan atau minuman dari rumah yang dimasak sendiri oleh kita.

(Sumber : Suara Hidayatullah)

Artikel terkait :

Waspadai 9 Dampak Makanan dan Harta Haram

Pencemaran barang haram dalam kosmetik

Iklan
25
Nov
08

Pemecahan masalah & otak

Pemecahan masalah adalah salah satu latihan favorit otak. Pemecahan masalah menyebab kan terbentuknya sinapsis-sinapsis, teraktivitasnya zat-zat kimiawi, dan meningkatnya aliran darah. Para peneliti menyatakan bahwa otak hanya belajar ketika berhadapan dengan suatu masalah (ditempatkan dalam suatu kebingungan). Ketika kita menemui situasi-situasi rutin, kita hanya mengulangi program-program yang tersimpan (pola-pola yang telah dipelajari). Hal ini disebut replikasi kebiasaan dan menurut para peneliti hal itu menghambat pembelajaran baru. Adanya masalah akan memaksa kita memikirkan ulang program-program dan pola kita dan dengan demikian kemungkinan pembelajaran baru pun muncul.
Para peneliti menyatakan bahwa ketika pembelajar ditempatkan dalam suatu kondisi tegang, terkejut, dan tidak pasti, ia dapat mengembangkan pemahaman isi yang lebih baik. Hal itu mendukung gagasan bahwa masalah dapat menciptakan kesempatan bagi pembelajaran baru.
Pemecahan masalah secara alamiah akan meningkatkan penghargaan pada diri sendiri (self-stream). Pikirkan tentang betapa senangnya Anda ketika berhasil memecahkan masalah 🙂

Tips for you & kids

01
Jul
08

Hindari Konsumerisme

Pola hidup konsumerisme sudah mulai menjangkiti generasi muda. Apalagi dengan maraknya iklan di media massa sekarang ini, bila tidak jeli, maka kita dapat terjebak dalam budaya konsumerisme.  Akibatnya dapat berdampak pada kondisi keuangan yang bisa jadi “lebih besar pasak daripada tiang”. Bagaimana agar dapat menghindari pola konsumerisme ini ?

Jangan jalan ke tempat perbelanjaan bila tidak perlu
Hindari jalan-jalan ke mall atau ke tempat perbelanjaan bila memang tidak ada kebutuhan yang akan dibeli. Karena anda dapat tergoda oleh barang yang sebenarnya tidak anda butuhkan. Bawalah uang secukupnya, sehingga keinginan anda untuk membeli dapat terkendali.

Apalagi ya… ?




a

Yang bersilaturahmi

who's online