01
Jul
08

Hindari Konsumerisme

Pola hidup konsumerisme sudah mulai menjangkiti generasi muda. Apalagi dengan maraknya iklan di media massa sekarang ini, bila tidak jeli, maka kita dapat terjebak dalam budaya konsumerisme.  Akibatnya dapat berdampak pada kondisi keuangan yang bisa jadi “lebih besar pasak daripada tiang”. Bagaimana agar dapat menghindari pola konsumerisme ini ?

Jangan jalan ke tempat perbelanjaan bila tidak perlu
Hindari jalan-jalan ke mall atau ke tempat perbelanjaan bila memang tidak ada kebutuhan yang akan dibeli. Karena anda dapat tergoda oleh barang yang sebenarnya tidak anda butuhkan. Bawalah uang secukupnya, sehingga keinginan anda untuk membeli dapat terkendali.

Jangan mudah terpikat
Jadilah diri sendiri, jangan mudah terpikat dengan gemerlap kehidupan di sekeliling kita. Hindarilah anggapan “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di halaman rumah sendiri”. Hal ini dapat membuat kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki.

Keinginan atau Kebutuhan
Cobalah selalu menyesuaikan dengan kebutuhan setiap kali anda punya keinginan. Berawallah dari kebutuhan bukan dari keinginan. Maksudnya, bila anda ingin suatu barang, maka tanyakan pada hati kecilmu apakah memang barang itu dibutuhkan ataukah hanya sekedar keinginan. Sehingga kita dapat mengendalikan keinginan untuk membeli barang dan tidak boros dalam pengeluaran. Jika karena keinginan, ini berarti nafsu yang bermain, mungkin karena untuk mengikuti trend atau sekedar ikut-ikutan. Bila karena kebutuhan, berarti barang tersebut akan memiliki fungsi yang menunjang dalam produktivitas kita.

Bersikap hemat
Semua kebutuhan kita harus terukur. Tidak semua yang dibutuhkan harus dibeli. Buatlah anggaran pengeluaran atau catatan kebutuhan yang anda perlukan, kemudian klasifikasikan dengan baik sesuai dengan prioritasnya. Catatan prioritas barang yang dibutuhkan sangat membantu manakala anda belanja di mall atau supermarket. Belanjalah sesuai dengan catatan yang anda bawa, sebab banyak godaan “ingin membeli” manakala kita sudah berada di supermarket.

Walau mungkin kita mempunyai kemampuan untuk memenuhi semua keingainan kita. Tetaplah untuk menjadi bijaksana dalam membelanjakan harta. Contohlah kehidupan Rasulullah SAW yang penuh kesederhanaan dan bersahaja. Ingatlah, sesungguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan (Al-An’am : 141)

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. “ (tanyaAl-Baqarah : 195)

Apakah anda punya saran lain ?


5 Responses to “Hindari Konsumerisme”


  1. Juli 3, 2008 pukul 9:23 am

    klo saya nggak suka belanja mbak, yang bikin uang ludes bagi saya itu biaya buat ngenet:mrgreen:
    eh itu termasuk membuang-buang harta nggak ya?

  2. Juli 3, 2008 pukul 1:53 pm

    satu lagi mbak, jangan bikin ATM klo bikin tabungan😉

  3. 3 tux
    Juli 8, 2008 pukul 6:35 pm

    kalau aku sih, kadang suka jalan jalan ke mall , apalagi kalau ada pameran.😀
    tapi cuman lihat lihat aja, apalagi lihat pameran komputer, suka banget. :X
    bisa lihat komputer atau laptop baru sudah seneng banget, dan alhamdulillah gak sampai membelinya, meskipun keinginan ada, tapi gak sampai beli, sayang uangnya, susah nyarinya sih.😛
    kecuali ada rejeki lebih😀

    terus kalau pas di Mall ada pameran buku, bisa baca baca gratis kan enak😛

  4. 4 Nin
    Juli 16, 2008 pukul 8:01 am

    Berdo’a sebelum masuk ke pusat perbelanjaan…

  5. Juli 21, 2008 pukul 12:22 pm

    Kalau aku sih kadang nggak bisa menahan diri belanja alat-alat yang berhubungan dengan komputer, apalagi kalau sedang jalan-jalan di pusat pertokoan komputer.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

%d blogger menyukai ini: