30
Apr
08

Tumis praktis tuk sarapan

Aktivitas kita di pagi hari perlu diawali dengan sarapan pagi. Sarapan pagi itu sangat penting, karena kita membutuhkan energi untuk beraktivitas. Begitu yang sering dikatakan para ahli kesehatan.

Bagi saya, sarapan pagi itu memang sangat penting, selain dapat meningkatkan konsentrasi dalam bekerja, juga agar saya tidak terganggu dengan yang namanya “lapar”🙂 . Kalo saya ga sarapan, jam 09.00 pasti dah lapar. jadinya kerjaan agak terganggu.
Menu sarapan itu ga perlu yang terlalu berat atau terlalu ringan. Ya… kira-kira yang mampu menahan lapar hingga waktunya makan siang. Yang penting kita memiliki simpanan energi untuk beraktivitas. Tapi… kalo lagi puasa, lain dong ceritanya🙂
Masalah “tidak sempat” sering menjadi alasan mengapa tidak sampai sarapan. Sebenarnya kalo disiasati baik waktu maupun menunya, pasti bisa🙂 Tapi ada juga dunk yang memang ga terbiasa sarapan.

Saya punya 1 masakan sederhana yang praktis dan padat gizi yang biasa menjadi teman sepiring nasi putih dikala sarapan.. Bahan-bahannya biasanya sudah saya siapkan malam hari, trus tinggal di simpan di lemari es.

Bahan-bahannya :
1 atau 2 cabe hijau (tergantung selera) yang sudah diiris
2 siung bawang merah + 1 siung bawang putih yang sudah diiris
1 buah wortel dipotong-potong memanjang
2 buah tahu segiempat (bisa digoreng atau juga ga) dipotong dadu
1 buah tomat yang telah dipotong-potong
Sedikit terasi yang dilarutkan dengan 30 ml air.

Caranya :
Cabe hijau dan bawang ditumis hingga harum. Masukkan garam+penyedap rasa. Masukkan wortel, aduk sebentar. Trus masukan tahu, aduk sebentar. Masukkan air terasi, aduk, tutup dan biarkan sebebntar sampai mendidih. Setelah mendidih, masukkan tomat, aduk hingga layu. Angkat. Hidangkan dengan nasi putih.
Setelah makan ditutup dengan segelas susu atau secangkir teh. Uenak tenan…


20 Responses to “Tumis praktis tuk sarapan”


  1. April 30, 2008 pukul 3:40 pm

    hmmmm… kelihatannya enak, tp sayang belum ada yg bisa masakin😦

    belajar dong mas Herr, he he..

  2. 2 mriza
    April 30, 2008 pukul 4:49 pm

    Glegh… enaknya..!
    Pagi-pagi dah makan enak-enak…
    Kalo saya biasanya paling “INDOR” alias Indomie Telor..
    Soalnya gak ada yang sempat masak, jam 7 udah mesti nangkring..

    Sama juga, jam 7 teng.
    Jadinya kadang sempat, kadang ga

  3. Mei 2, 2008 pukul 2:55 pm

    wahhhh… * mata berbinar-binar *
    saya titip 1 porsi ya mbak

    :p

    Yup, tinggal diaplod aza gambarnya😀

  4. Mei 3, 2008 pukul 5:25 pm

    boleh juga di coba tuh…kalo sarapan menu favoritku sayur bening BAYAm campur jagung manis….segerrrr

  5. 5 Febra
    Mei 4, 2008 pukul 7:58 pm

    wah, tumis asik tuh, heheeh…*yummy

  6. Mei 5, 2008 pukul 5:28 pm

    wah boleh juga di coba tuh mbak..sayangnya saya tipe orang yang malas sarapan pagi😦

  7. 7 tux
    Mei 5, 2008 pukul 11:10 pm

    Yupz, sarapan pagi itu penting, bisa tidak konsen saat kerja.
    saya saja sekitar jam 5 – 6 pagi sudah sarapan pagi, malah kadang setelah sholat shubuh langsung makan. =))

  8. Mei 5, 2008 pukul 11:47 pm

    @ tux and desmeli:
    Kalo’ saya mulanya krn gak sempat, sekolah masuk pagi bgt: 6.30, dan krn cukup jauh maka gak sarapan jadinya. Ini sejak SMP kelas 2 (kelas 1 saya masuk siang). SMAnya kompak ama SMP saya (mungkin bosnya dulu satu geng kali ya).
    Lama-kelamaan jadi kebiasaan; ndak masalah gak sarapan, tetap normal (siklus kerja sprt orang laen, etc).
    Sebelum itu (SD, TK dan balita) tentu saja saya sarapan😀

  9. Mei 6, 2008 pukul 1:19 pm

    setuju banget mbak, lebih baik nggak makan siang daripada nggak makan pagi, bayangin aja dari malam kalo tidur kita bener (7 jam) sampai pagi kosong terus dibiarin sampe makan siang dah berapa jam tuh kosong, yang ada begitu makan siang makannya 2 piring karena kelaparan, nggak bener banget kan? makasih ya mbak selalu kunjungi blog aku, salam.

  10. Mei 6, 2008 pukul 8:09 pm

    @hyorinmaru
    Wah sudah kebiasaan ya.
    kalau saya kebiasaanya malah suka makan, apa terpengaruh Anime anime yang kebanyakan tokoh tokohnya suka makan ya :))
    seperti OnePiece, Nintama Rantarou, Atashinchi, etc :))

  11. Mei 6, 2008 pukul 11:11 pm

    @ tux:
    Bisa jadi.
    Antara kita dan apa-apa yg berinteraksi dg kita khan saling mempengaruhi.
    Tinggal mana yg kuat ntar tampak dominan (mendominasi, maksut saya).😉

  12. Mei 7, 2008 pukul 6:27 pm

    @hyorinmaru
    Setudju bro.😉

  13. Mei 8, 2008 pukul 10:32 am

    Betul mba.. pagi memang kita mesti sarapan khan udah dari malem perut kita kosong. jadi mesti diisi biar ada energi utuk aktivitas kita. tumisnya minta satu porsi yaa.. mba, buat sarapan. he…3x

  14. Mei 8, 2008 pukul 4:35 pm

    wah..
    laki-laki boleh nyoba masak gak yah mbak..
    pasti awal-awalnya bingung deh mau gpain..

  15. Mei 11, 2008 pukul 4:26 pm

    *Back to blogshpere*
    Terima kasih ya komennya, moga bermanfaat.

    @ datuk29
    Silahkan ambil porsinya, tinggal diaplod aza picnya🙂

    @tehaha
    Wah.. Bagus banget kalo mau masak sendiri, praktis kok. Pasti bisa🙂

  16. Mei 16, 2008 pukul 11:51 am

    Tapi Mba…
    saya meski udah sarapan, suka laper lagi jam 9 gitu….
    Kadang laper mata lebih sulit ditahan dari pada laper perut…

    Kalo saya makan roti ato kue, biasanya cepet lapar. Tapi kalo sarapan nasi, tahan sampe makan siang🙂 Ada juga ya laper mata😉

  17. Mei 17, 2008 pukul 2:38 pm

    Sama nih, jika hanya makan roti atau kue, satu jam atau dua jam lagi pasti Lapar.
    Kalau makan nasi, bisa tahan lama, tapi… jika ada pekerjaan yang menuntut pemikiran dan tenaga, bisa membuat cepat lapar.😀

    yup benar, kalo kegiatan yang memeras tenaga atau otak bikin perut cepat lapar. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu.

  18. Juli 3, 2008 pukul 9:52 am

    mhh,, seems delicious🙂
    boleh dicoba ni hehe

  19. 20 iin
    Oktober 11, 2011 pukul 10:29 am

    trims…boleh juga dicoba…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

%d blogger menyukai ini: