10
Apr
08

Apa selalu, baca ….. kalo baru mau …..

Saat membaca daftar judul buku yang dibawa seorang sales penerbit, pandangan saya tertuju pada 2 buah judul buku. “Start smart memompa kecerdasan sejak dini” & “Permainan kreatif pengisi waktu luang”. Muncul pertanyaan-pertanyaan di otak saya : yang merangsang kecerdasan anak tu apa aza ya; kok anak-anak ada yang pintar, ada yang lambat daya tangkapnya; kok si A usia segini dah bisa bicara, kok si B usia segini belum bisa?; apa maksud permainan kreatif buat anak ya, masa kecilku dulu permainannya termasuk kreatif ga? hm.. pasti permainan anak-anak di TK termasuk kreatif; berarti tiap permainan ada maksudnya; emang tujuannya apa aza ya ?. Trus.. dan banyak lagi hingga akhirnya saya memutuskan untuk memesan 2 buku tersebut. Untungnya lagi saya langsung memesan ke penerbitnya, sehingga dapat diskon 20 %. Lumayan khan ….

Tiga hari kemudian mas penerbitnya datang ke kantor mengantar pesanan saya. Saat saya mengambil uang untuk membayar, mas penerbit tersebut bertanya, “emang sudah berapa jumlah putra dan putrinya bu ? . Sambil tersenyum saya jawab “Wah… mas, jangankan putra dan putri, wong abinya aza belum terdeteksi dimana rimbanya, he..he..”. Mas penerbit tersebut tertawa mendengar candaan saya. “Maaf mbak, saya lihat dari judul buku yang mbak pesan, saya kira mbak sudah punya putra putri”. “Ga papa mas. Saya memang senang baca buku. Termasuklah tentang psikologi. Buku yang saya pesan ini kan berhubungan dengan psikologi anak. Saya juga punya beberapa literatur tentang pendidikan anak” kata saya sambil memberikan sejumlah uang kepadanya.

Sambil memegang daftar buku, mas penerbit berkata “o…iya ya..mbak. Ini juga ada beberapa seri tentang kecerdasan anak. Mbak bisa pesan lagi kalo ada yang tertarik”.

Sebenarnya memang ada beberapa buku yang saya minati. Tapi … saya merasa bulan ini sudah banyak dana yang terpakai untuk membeli buku. Jadinya ditunda dahulu deh. “ini aza dulu mas, lagian masih ada beberapa buku yang masih antri tuk dibaca”. Dalam hati saya berkata, kalo diskonnya 100% pasti dah kubeli semua, he..he… . Kemudian mas penerbit tersebut mohon diri.

Tidak berapa lama, datang rekan kerja saya menghampiri, sambil membolak-balik buku yang baru saya beli. “Buku apaan ni mbak…? Cie…. persiapan….. Hm..calon ibu yang baik “ Kemudian dia menuju lemari ATK (alat tulis kantor) dan mengambil beberapa peralatan disana.
Saya hanya tersenyum, sambil mikir tentang pertanyaan mas penerbit tadi dan perkataan teman saya barusan. Seakan menyiratkan bahwa yang membeli buku tersebut adalah untuk mereka yang sudah mau akan atau sudah punya anak. Atau dengan kata lain untuk mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu. Padahal menurut saya tidaklah seperti itu. Saya kira buku-buku seperti ini sangat penting bagi pendidik, seperti guru TK atau guru kelas I SD. Kalo tentang “persiapan”, saya kira setiap usia dewasa memang sudah harus persiapan🙂

“Isinya bagus lho, tentang kecerdasan anak. Mau baca ga ?” kata saya sambil membaca isi buku. “Ntar aza mbak, kalo dah nikah” katanya menghampiri saya sambil tersenyum.
“Lho..ada ada aza kamu ini” kata saya sambil tersenyum. “Saya ada artikel tentang lansia dalam menghadapi masa pensiun. Kalo saya tawarin, apa kamu mo bilang juga, ntar aza mbak kalo dah tua…, iya.. kalo panjang umur, he..he…. “ . Dia tertawa sambil meninggalkan saya.

Saya menemukan artikel tersebut secara tidak sengaja di sini yang membuat saya kemudian mencari beberapa artikel yang berkaitan dengan topik tersebut.. Saat membacanya, sejenak saya mengingat-ingat ortu saya saat menjalani masa awal pensiun. Saya merasa tidak ada perubahan apa-apa. Tapi… dari artikel tersebut, saya menyadari kalo memang mereka memiliki perasaan yang lebih sensitif. Jadi.. berhati-hatilah menyikapinya. Jaga perasaan mereka bila perasaan kita juga ingin dijaga oleh anak-anak cucu kita kelak.
Hm… jadi ingat kembali kata beruang “Bear” sambil memeluk bonekanya yang berbentuk hati “Here is my heart…. please take good care of it”. Saya kira setiap orang juga pasti punya keinginan yang sama dengan si “Bear”🙂


6 Responses to “Apa selalu, baca ….. kalo baru mau …..”


  1. April 11, 2008 pukul 4:32 pm

    Yups sepakat…. bekal itu sedini mungkin. Jangan ampe dah ada bebi baru baca bukunya.

    Iya… betul

  2. 2 Ayuning
    April 11, 2008 pukul 10:38 pm

    Halah…beli buku pun perhitungan juga. Kalo minat semua, beli saja semua. Kalo mengharap diskon 100%, menghayal namanya😛
    Bukunya disampul yang rapi. Trus nanti kupinjam ya …😉

    Enak banget ya kalo tinggal ngomong😈
    Makanya… dalam rangka pemerataan di segala bidang, tiap kebutuhan harus dianggarkan dong. Jadi… kalo pengen beli sesuatu ga hanya tinggal gigit jari😛

  3. April 14, 2008 pukul 8:19 am

    hm… iya juga ya. kadang udah waktunya baca pun, kita belum juga mau baca….

    Kalo belum mo baca mungkin karena belum tahu ada bacaan yang menarik😉 ato mungkin sudah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki

  4. 4 jagis
    April 14, 2008 pukul 10:18 am

    First thing, Thanks a lot! You you r the first commentator in my dying blog, he..he.. Hadiahnya apa ya, mmmmmmm… BIG SMILE!
    Niatnya sih ingin jadi penulis blog, tapiiiii….
    Gitulah aku terlalu banyak tapinya.

    Terus terang judul tulisan mbak ini buat saya penasaran untuk membacanya terus.
    Ter nyata…eee tentang anak, ato persiapan punya anak, ato perasaan ingin pnya anak, ato keinginan punya abi untuk anak2 ato…?🙂

    Smoga cepat-cepat ya mbak. Saya telah merasakan dunia keluarga itu sangat indah.
    Walaupun nikmatnya hanya 1%. 99%nya itu ninkmaaaaaaaaaaaaat skaliiii.
    Apalagi kalo dah punya momongan, wuih.. dunia terasa komplit, plit, plitttt.

    Saya doakan deh semoga enteng jodoh, dapat suami yg sholih, jadi keluarga yang sakinah ma waddah wa rohmah, amin.

    Salam kenal dari keluarga Jagis (Jawa-Bugis)

    Amiin.. syukron do’anya
    Btw, asal niat tulisan saya itu hanya sekedar bentuk protes aza pada teman saya, he..he…

  5. Mei 17, 2008 pukul 12:28 pm

    aku juga baru aja dapet buku tentang cara mendidik anak yang akan sangat bagus buat investasi tanpa perlu aku punya baby dulu… justru sebelumnya!😀

    yang penting cinta buku juga hehe

    salam kenal bu… aku add di link wp ku yah ^_^

    Yup, benar, yang jelas coz cinta buku dan senang membaca😉
    Btw, buku yang mbak Tasya rekomendasikan baru saya pesan ke teman yang kebetulan mau ke Jakarta. Mudah-mudahan ketemu.
    Salam kenal juga, saya add juga ke WP. Nice blog 🙂

  6. 6 Fikri
    Juni 19, 2008 pukul 1:42 pm

    Kejadiannya mirip sperti yg saya alami, sebenarnya saya pernah tertarik membeli buku mengenai cara menjadikan anak gemar membaca, hanya karena alasan ‘klasik’ seperti yg ada di cerita mbak jadinya saya ‘menghalangi’ diri saya membeli buku tersebut. Mungkin saya harus membelinya tanpa tunggu bidadari jatuh,hehehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

%d blogger menyukai ini: