18
Jan
08

Cari jodoh, ga harus pacaran khan??

Seperti biasa sore ini aku memandang ke luar jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku. Jujur, aku menyukainya sejak 2 tahun yang lalu. Ia membawa pesona yang lain dari yang lain.

Hari ini perasaanku kacau ,setelah melihat “Dia” bergandengan tangan dengan cowok lain. Bisa dibayangkan dong, bagaimana perasaanku. Aku tidak rela melihat mereka berdua. Si gadis pujaanku digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku? Aku bukan siapa-siapanya. Gimana nih !! Setelah kejadian itu aku jadi nggak punya semangat hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti. Pokoknya hari ini hari beteeee banget!

 Ketika jalan-jalan ke Mall, aku melihat lagi “Dia” dengan cowoknya. Tapi situasinya beda. Sepertinya mereka lagi marahan. Akhirnya kuketahui ternyata si “Dia” sudah “cut” sama doinya. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih ada kesempatan khan??

Sebulan berlalu, ada berita yang menggemparkan seluruh isi dunia.. Itu tuh si ” Dia” potong rambut, bondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut.

Waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga mau EBTANAS. Kira-kira gadis pujaanku masuk SMU mana ya? Masuk ke SMU-ku, nggak? (dalam hati mengharap banget). Ternyata “Dia” masuk SMU favorit. Wow, nggak sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata gadis pujaanku pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).

Hari ini ada pemandangan aneh. Surprise!! Hari ini si “Dia” berangkat ke sekolah dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik bagiku.
Dari hari ke hari aku nambah bingung. Banyak perubahan yang terjadi dengan gadis pujaanku. What’s happened with my girl? Awalnya dia potong rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis). Coba bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!
Kebetulan hari ini kan hari minggu, lagi libur sekolah. Tapi “Dia ” seperti biasa dengan jubahnya yang dikenakannya itu, pergi entah kemana yang nantinya aku juga akan tau, karena aku sedang mengikutinya diam-diam, sss…..tt. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya? Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan judul “INDAHNYA ISLAM”, aku jadi tertarik dengan acara tersebut. Akhirnya aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan “… Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu”. Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan olehku.
Sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah, mengikuti pengajian sampai mengikuti berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar yang berjudul “Nidzomul Ijtima’i fil Islam” (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah menjadi kewajiban wanita untuk menutup auratnya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar (memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga dapat kenalan baru, yang banyak mengetahui tentang Islam.
Alhamdulillah aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan si gadis pujaanku. “Kalau memang jodoh nggak akan kemana”, begitu kata temanku. Dan aku jadi sadar bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku mulai belajar Islam dengan teman-teman sefikrohku.
Empat tahun kemudian . Lama aku nggak cerita lagi. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak kuliahan. Masih ingat kan dengan gadis pujaanku? Sekarang aku sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya kini tertulis di atas kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku. Dia akan menjadi istriku besok. Kalo jodoh memang tak kan kemana! Mencari  jodoh ga harus lewat pacaran khan..?🙂

40 Responses to “Cari jodoh, ga harus pacaran khan??”


  1. Januari 18, 2008 pukul 2:55 pm

    tulisannya siapa mbak? mirip kisahnya seorang ulama yang gara2 suka sama wanita jadi belajar agama agar diakui kehormatannya. setelah itu dia semakin tenggelam dalam belajarnya dan wanita tersebut jadi rendah di matanya padahal sebelum belajar dia memuji-mujinya.

  2. Januari 18, 2008 pukul 3:12 pm

    Itu isi diarynya seseorang yang sudah lama, beberapa tahun yang lalu. Saya ubah dalam bentuk cerita, coz memang kisahnya bagus banget🙂 . Saya kira pasti banyak yang punya pengalaman seperti cerita tersebut🙂 Apa termasuk mas Herr juga😉

  3. Januari 18, 2008 pukul 10:19 pm

    nggak juga kok mbak. saya alhamdulillah gak pernah pacaran. Allah telah menyelamatkan saya, padahal ada sebuah pintu menuju untuk ke situ, yang kalau seandainya saya masuki mungkin saya telah binasa.
    ya banyak2 bersyukur aja kali ya

  4. Januari 18, 2008 pukul 11:55 pm

    Hehe…
    Abis baca 5 paragraf, begitu baca kalimat awal paragraf ke-6 langsung ngacir ke komentar😎
    *Udah ketebak gmn lanjutannya:mrgreen: *
    Mmmh… *speechless*😐

  5. Januari 18, 2008 pukul 11:57 pm

    Dah..bangun to..🙂
    ntar..segera terbit😉

  6. 6 Nin
    Januari 19, 2008 pukul 7:14 am

    Subhanallah… ceritanya motivatif sekali
    Tadi sambil baca saya berpikir… “oliveoile ini bukannya perempuan?”
    Ternyata cerita tentang seseorang ya….

    ____________________________________________________________________________________
    Olive Reply :
    Memang tujuannya sih buat motivasi mbak. Yang pasti, ceritanya ga ada kaitannya dengan saya kok🙂

  7. Januari 19, 2008 pukul 10:36 am

    Bagus sekali ceritanya, mudah2an juga bisa seperti itu dalam mendapatkan pasangan🙂

  8. Januari 19, 2008 pukul 2:35 pm

    He…he…🙂 Bingung mo comment paan
    yang jelas saya juga belum pacaran tuh….🙂

  9. Januari 19, 2008 pukul 2:37 pm

    maksud saya belum pernah….🙂

  10. Januari 19, 2008 pukul 3:02 pm

    🙂 yang saya tunggu2 datang juga,

    ngomong2 soal “kalau jodoh tak akan kemana”

    jadi teringat seorang ikhwan (jadi cerita, gpp kan?),
    sebut saja fulan, dia lagi agak bingung,
    sekitar satu minggu kemarin ada akhwat yang menyatakan dirinya siap buat menikah, terus saya minta biodata akhwat tsb (lewat istri),2 hari yang lalu biodatanya sampai di tangan saya,
    lalu tanpa pikir panjang saya tawarkan kepada siFulan (karena beberapa waktu yang lalu dia juga menyatakan kemantapan buat menikah, tinggal menunggu akhwat yang siap).
    Hari ini, dia memberikan jawaban:
    dia menyatakan mau melanjutkan ta’aruf dengan akhwat tsb (yang Insya4JJI berkelanjutan dengan khitbah),
    dan juga menyatakan dia sudah mempunyai rencana yang cukup matang.
    tapi rencananya tsb terbentur satu hal :
    orang tua belum menyetujui, karena usianya masih terlalu muda! masih kuliah lagi!.

    lalu saya balik bertanya kepadanya : “Apa sebelumnya belum pernah dibicarakan dengan orang tua rencanamu itu akh?”
    “Belum”, jawabnya.

    Saya hanya bisa bilang, “Sambil terus meyakinkan orang tuamu, perbaiki kualitas dan kualitas ibadah, perbanyaklah ilmu, luruskan niat lagi, jangan lupa minta pertolongan dan petunjuk dari Allah”

    dan yang tidak kalah pentingnya, “Kalau jodoh pasti tak akan kemana”.
    🙂

  11. Januari 19, 2008 pukul 10:30 pm

    @ rizko
    Amin, Semoga🙂

    @ nindan
    “belum pernah pacaran”, jangan pernah ya dek🙂

    @ Hendrat
    Kenapa tidak dicoba mendatangkan seseorang / ustaz dari tempat ngaji misalnya, untuk menjelaskan ke ortu tentang niat si ikhwan tersebut ? siapa tahu seseorang/ustaz tersebut tahu cara berkomunikasi yang baik sehingga ortu si ikhwan bisa lebih paham dengan niat si ikhwan tersebut.
    Syukron ya.. atas sharingnya🙂

  12. 12 your sister
    Januari 24, 2008 pukul 10:12 am

    ceritanya bagus juga buat dijadiin bahan renungan atau mungkin introspeksi, tapi masih ada gak sih kisah kayak gitu di zaman kayak gini? agak pesimis klo masih ada di zaman sekarang, klo pun ada persentase kecil sekali. yang ada juga klo naksir langsung ditembak😀, kesian juga para akhwat/cewek bakal banyak yag mati donk?😀 kecuali yang pake rompi anti peluru heheee.

    buat yg blm pernah pacaran, selamat deh, soalnya gak jadi korban yang namanya cinta😀
    buat yg pernah pacaran, moga2 kisah yg lalu bs dijadiin pelajaran dan gak keulang lagi
    buat yg masih pacaran, naaaah, klo yg ini harus segera putus!! inget kiamat tu tambah deket gak mungkin tambah jauh kan? jd buruuuu tobat ya😀

    note: tapi klo pacarannya setelah nikah, ya udah dilanjutin aja deh sampe…. sampe kapan ya? sampe waktu yg ditentukanlah pokoknya…..

    gt aja deh…
    eh mbak rin,kok blognya olive oil?tu kan minyak zaitun? apa maksudnya biar kayak minyak zaitun yg banyak manfaatnya?😀

  13. 13 your sister
    Januari 24, 2008 pukul 10:14 am

    eh mau tanya juga, kok ada yg namanya rizko? bukan saudaranya riska kan?😀

  14. Januari 24, 2008 pukul 10:56 am

    gak pernah pacaran belum tentu gak jadi korban cinta lho

  15. Januari 24, 2008 pukul 1:11 pm

    Ane sangat setujuuu…………..!!!!!!!!!! Pacaran bukannya menjadikan kehidupan dua orang itu bahagia, melainkan sengsara. kelihatannya bahagia, tapi sebenarnya terlunta. terlunda di dunia juga terlunta di akhirat. wallahu’alam.

    pokoknya ane sangat seeeeettttuuuuujuuuuuuuuuu……….!!!!banget!!!!!!
    tulisannya boleh diprint tidak? mau tak pasang di mading kos-kosan.

  16. Januari 25, 2008 pukul 7:48 am

    @ your sister
    syukron Ka atas semangatnya. jadi ingat sama my cousin. Saat dia hijrah dari zaman jahiliyahnya, kontan pacarnya langsung diputusin tanpa sebab. But, I’m proud with her action🙂
    Kalau Allah memberi hidayah, tidak ada yang dapat menyesatkan, tanpa dengan seizing-Nya.

    @ Herr
    Iya mas, ngerti. Salah satu contohnya: bertepuk sebelah tangan itu kan, sama aja ga pacaran tapi jadi korban cinta🙂

    @ akhjohan
    Silahkan, apalagi untuk berdakwah🙂

  17. Januari 26, 2008 pukul 4:49 pm

    subhanallah!… indah sekali cerita ini
    cari jodoh, ga harus pacaran. Tapi cari jodoh yaitu dengan terus memperbaiki diri dan menjadi yg terbaik, begitulah artikel ini

  18. Januari 30, 2008 pukul 5:41 pm

    keren banget ceritanya😀
    memang gak ada istilah pacaran dalam Islam.
    kita ta’aruf aja😉

    ____________________________________________________________________________________

    Olive Reply :
    Btw, taaruf juga jangan lama-lama, kawatir banyak mudharatnya🙂

  19. 19 kakanda
    Februari 7, 2008 pukul 12:05 pm

    Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar,
    kalau jodoh tidak akan kemana-mana,
    sehelai daun dan setetes embun jatuh
    sudah ada catatannya di Lauh Mahfudz

    “luruskan niat”
    Yup, trima kasih Pak . Kadang yang satu ini memang masih sering terganggu oleh kriteria-kriteria duniawi🙂

  20. 20 rahman
    Februari 11, 2008 pukul 7:22 pm

    emmm… ya bener, bagus juga
    kalo boleh ada ahwat yang maw daftar sama aku? hub saya di:
    nol delapan satu sembilan lima empat nol enam satu sembilan empat
    nuhun yaaaaa

  21. Februari 12, 2008 pukul 10:32 pm

    @rahman:
    Wah, sayang x mas… saya bukan akhwat…:mrgreen:

  22. 22 Santi
    Maret 25, 2008 pukul 3:48 pm

    Waduh, Alhamdulilah ketika aq baca ini aq tersadar lagi
    bahwa cari jodoh ga harus pacaran…
    Alhamdulilah juga aq blom pernah pacaran..namun, saat ini godaan itu datang
    tp tentunya Qt harus Luruskan niat kan…

    🙂

  23. 23 asslm wr wb
    Maret 27, 2008 pukul 12:47 pm

    halooo pa da ke mana ya cari jodoh aku mau tuuu…….sms aja ya 02935571377

    kalo di dunia maya banyak kok. di milist yahoo ada, di Myquran.com juga ada. Tapi hati-hati ya… tetap waspada😉

  24. 24 gokimhock
    Maret 27, 2008 pukul 10:08 pm

    Jodoh? Pacaran? wah, asal bisa jaga hati dan perasaan… Insya Allah menuju jenjang pernikahan.

    apa yang pacaran itu sama juga ga bisa menjaga hati❓

  25. 25 Hakim
    April 19, 2008 pukul 1:15 am

    Berjodoh tanpa pacaran mungkn g ya di zmn skrg ni

    Ya..mungkin dong. Bagi yang paham tentu akan menempuh cara Islami (Taaruf – Nazar – Khitbah)
    Btw, teman-teman saya banyak kok yang berjodoh ga lewat pacaran.

  26. April 19, 2008 pukul 1:32 am

    Ass saat ini q lg rimdukan seorg pendamping hdp y suggh taat pd suami dan cinta pd Allah diats seglanya….sbg pendampng hdp dikl sk dan duka….kr2 ada g ya..?

    Insya Allah ada, asal dicari di tempat yang tepat aza. Semisal mo mencari akhwat hafiz Al-qur’an ga mungkin kan mencari di kafe-kafe🙂

  27. April 19, 2008 pukul 5:27 pm

    @ Olive-chan:
    On your respond to Busyro el Jombangi:

    nsya Allah ada, asal dicari di tempat yang tepat aza. Semisal mo mencari akhwat hafiz Al-qur’an ga mungkin kan mencari di kafe-kafe🙂

    Hm…
    Di blogSphere?:mrgreen:

    mm…. kalo di blogspere ada x, tapi coba tanya aza paman google, ntar diberitahu medianya😉

  28. 28 asti
    Mei 14, 2008 pukul 11:16 pm

    pengen dapet jodoh yang sholeh, ybertanggung jawab, ang bs menafkai, yang taat ma Allah.. tp ga tau nyari dmn…

    Hm..3 point dasar yang kebanyakan dicari akhwat. Sayang sekali… imel mbak Asti itu lho😉

  29. 29 lilis darojah
    Mei 21, 2008 pukul 8:58 pm

    ya…. kalo mu dapat jodoh seperti itu kamu harus bergaul dengan mereka yang kaarkternya tidak jauh dengan yang kamu dambakan…kan ada istlah klo jodoh itu ditentukan dengan lingkungan atau sekitar kamu….kalo kamu semisal kamu ingin menikah dengan pilot ya harus mengenal dan bergaul dengan lingklungan pilot…yahhh semoga kamu mendapatkan seseorang yang kamu impikan doakan aku juga ya…..sebagian kriteria ku ada di kriteria pria yang kamu impikan ….

    amin.🙂
    Saya percayakan pada Allah sesuai janjinya di surah Annur ayat 24

  30. Mei 27, 2008 pukul 10:27 pm

    lumayan oke juga ceritanya (atau pengalamannya). tapi coba ceritanya begini.
    Si pria tidak pernah mengikuti kemana gadis itu pergi pada hari muinggu itu, dia tidak masuk ke gedung di mana ada acara “Indahnya Islam”. Dia merasa si gadis sudah berada di luar jangkauannya. Hari-hari berikutnya si pria semakin jauh.
    Bahkan bila seandainya pada akhirnya pria itu berhasil berkenalan dengan si wanita, aku agak ragu wanita itu “mau memandang” (dalam tanda kutip) si pria. Kenapa? karena mungkin si pria tidak sebanding dengan wanita. Atau dalam kata yang lebih fasih, se-khufu’. tragis benar nasib pria itu. batasan bernama khufu itu seakan menjadi semacam pengkastaan seperti agama hindu, orang brahma tidak boleh nikah dengan kasta sudra.
    aku akuin emang ga strict dalam islam, tapi aku yakin prinsip itu banyak digenggan dengan kuatnya oleh banyak orang.
    jadi ingat film Kiamat Sudah Dekat. Haji Romli awalnya emang ga setuju Sarah, anak gadis semata wayang kawin sama rocker ga jelas n ga tau agama. tapi ketika tahu sifat diri si pria rocker, dia mau memberi kesempatan padanya. sebuah sikap penghakiman yang salah, dan dia bisa membperbaikinya, tentunya dengan komitmen dari masing-masing pihak. hanya sedikit komentarin aja kok, trims.

  31. Juni 11, 2008 pukul 10:31 am

    wah selamat yah,akhirnya dapat gadis pujaannya….

  32. 32 Jiyad
    Juli 18, 2008 pukul 2:19 pm

    Mbak bisa minta tips-tips buat da’wah ke akhwat yang lagi pacaran gak?
    Soalnya teman saya kayaknya belum ngerti masalah nidzhomul ijtima’i, jadi dia pacaran.

  33. Agustus 16, 2008 pukul 7:58 am

    Subhanallah, bagus banget ceritanya, mudah2an ane cepet dapet jodoh yang sholeh tp bukan mat soleh lo..hehehe

  34. Agustus 16, 2008 pukul 8:11 am

    mudah2an gwe mengalami hal yang bener2 menakjubkan seprti cerita diatas..hehe..amin

  35. 35 wina
    Agustus 28, 2008 pukul 4:37 pm

    Subhanallah memang itu yang terbaik.
    mudah-mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
    dan mudah-mudahan aku akan mengalami seperti cerita diatas.

  36. 36 wiens
    Oktober 11, 2008 pukul 11:31 am

    Subhanallah..Alloh mmg Maha Tau pa yang terbaik untuk hamba-Nya…
    Smga menjdi kel skinah,mawaddah,warahmah..
    Diminta do’a nya jg untukku,spy aku dpt suami tanpa harus pacaran..Amin..

  37. November 8, 2008 pukul 11:14 am

    Wanita keji untuk lelaki keji. Lelaki keji untuk wanita keji. Insya Allah dengan menjaga diri kita akan dapatkan seseorang yg bisa jaga diri juga. Kita sudah lihat betapa banyak suami selingkuh dengan wanita lain (berzina dengan wanita lain). Itu karena sang lelaki tidak dapat menjaga dirinya.

    Kalau kita pacaran, maka sang lelaki dan wanita akan menganggap berpegangan tangan dengan yang bukan muhrim adalah hal biasa. Jadi, nanti kalau sudah menikah jangan kaget kalau lihat pasangan kita berpegangan tangan dengan yang bukan muhrim.

    Jika sebelum menikah kita terbiasa curhat dengan laki-laki yang bukan muhrim, maka jangan heran jika kita punya suami yang sering jadi tempat curhatan wanita yang bukan muhrim pula.

    Bagi yang belum menikah, bersyukurlah dengan keadaan sekarang. Jika bersyukur, Insya Allah akan ditambah nikmatnya oleh Allah SWT.

  38. November 13, 2008 pukul 2:30 pm

    Kata orang bandel: “ga harus” artinya pacaran OR !pacaran
    Hehe…🙄

    Hm…. tumben. Ada apa ya…❓ hik..hik..hik…:mrgreen:

  39. November 13, 2008 pukul 2:32 pm

    Eh, afwan…
    Mustinya lebih tepat disebut “programmer bandel” alih-alih “orang bandel”😀
    Tapi bukan saya loh. Saya nggak bandel…🙄

    Yakin ga bandel.. ? yang menilai orang lain lho😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

%d blogger menyukai ini: