28
Des
07

Kisah Teladan Si Kucing Buta

Diceritakan bahwa Ibn Absyadz, pada suatu hari sedang makan bersama orang-orang di sebuah serambi Masjid di Mesir. Tiba-tiba seekor kucing mendekati mereka dan mereka melempar sepotong daging untuk kucing itu. Si kucing menggigit daging itu dengan mulutnya dan menghilang dari hadapan mereka. Namun kemudian kucing itu kembali lagi. Mereka pun memberinya makanan dan kucing itu membawa makanan itu pergi tapi masih saja kembali lagi.

Kejadian itu terulang berkali-kali sehingga orang-orang yang sedang makan menjadi heran. Mereka pikir makanan sebanyak itu tidak mungkin dimakan kucing itu sendiri. Timbul rasa penasaran pada diri mereka, sehingga mereka membuntuti kucing itu kemana ia pergi. Ternyata kucing itu membawa makanan itu naik ke atas tembok masjid, kemudian ia turun ke sebuah lorong di antara reruntuhan tembok. Dalam lorong itu terdapat seekor kucing buta.
Mereka kagum melihat pemandangan itu. Karena itu Absyadz berkata, “Bila terhadap hewan yang bisu ini Allah menundukkan kucing lain untuk mencukupi kebutuhan dan memberinya rizki, maka (sudah barang pasti) Allah tidak akan menelantarkan manusia sepertiku”
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya….” (Hud, 6)


13 Responses to “Kisah Teladan Si Kucing Buta”


  1. Desember 28, 2007 pukul 10:02 am

    Pertamax…:mrgreen:
    Btw, tampilannya oke; themes ga’ da masalah; mungkin krn koneksi yg putus sambung, so downloadnya ga sempurna. Walhasil tampilan jd kacau; udah coba refresh lum?
    Ah, ttg isi posting ini, bagus… Olive-chan emang pinter kya’nya soal mmotivasi orang🙂

  2. Desember 28, 2007 pukul 2:42 pm

    Tapi disini kok gitu ya❓ padahal dah di refresh

    Btw, ga juga, mungkin bagi yang merasa termotivasi aja:mrgreen:
    Kadang kan jadi motivator itu susah juga, palagi yang tipe moody :-p
    Tapi.. Alhamdulillah, sekarang sudah banyak menunjukkan kemajuan yang sangat menggembirakan🙂

  3. Desember 28, 2007 pukul 4:49 pm

    Oya, emoticon yg itu, kalo’ pake huruf “P” kecil, itu ga’ bekerja, ga’ bisa; musti “P” (besar). CMIIW…🙂

  4. Desember 28, 2007 pukul 4:49 pm

    Coba, sebagai contoh ini ->😛

  5. Desember 28, 2007 pukul 9:00 pm

    Hmmmm jadi pingin bikin cerita ‘Kisah Teladan Si Anjing Buta’:mrgreen:

  6. Desember 28, 2007 pukul 9:44 pm

    @herr: asalkan bukan kisah “Si Buta dari Gua Hantu” aja mas…:mrgreen:

  7. Desember 29, 2007 pukul 9:31 am

    wah theme-nya baru euy! seeep lah..

  8. Desember 29, 2007 pukul 10:03 am

    Sebenarnya saya suka yang kemaren, tapi ga tahu jadi kacau begitu. Jadi terpaksa deh sementara ganti dulu🙂

  9. Desember 29, 2007 pukul 11:53 am

    Themes darurat gitu loch…😉

  10. 10 cK
    Januari 12, 2008 pukul 11:01 pm

    ceritanya bagus…

    *terharu*

    ________________________________________________________________________________
    Reply
    Saya juga sempat menitikkan AM saat pertama membacanya. Terharu sama kucingnya:mrgreen:

  11. 12 siti zulaikha
    Juni 22, 2008 pukul 10:51 am

    goood..i like it..

  12. Agustus 16, 2008 pukul 12:49 pm

    Subhanallah, Maha Suci Allah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

%d blogger menyukai ini: