12
Mei
08

Membuat Awan

Pendahuluan
Awan terbentuk dari udara hangat atau butiran-butiran air/es yang menguap menjadi uap air. Kumpulan uap air ini ada yang terlihat, tetapi ada juga yang tidak terlihat. Uap air yang sering kita lihat inilah yang dinamakan awan. Akan tetapi, meski langit tak berawan, bukan berarti tidak ada air di udara. Hanya saja, uap air itu tidak tampak.

* Syairnya mengingatkan pada masa kecil dulu. Bareng teman-teman di TK nyanyiin lagu ini sambil memandang dan menunjuk ke awan :-) *

Bahan :
Botol plastik 1,5 liter
Korek api
Air hangat

Cara membuat :
Isilah botol plastik 1,5 liter dengan 1/4 air hangat dan pasang tutupnya. Air hangat yang berevavorasi menambah uap air di dalam botol. Inilah bahan pertama yang kamu butuhkan untuk membentuk awan.

Remas botol kemudian lepaskan dan amati apa yang terjadi. Kamu akan melihat bahwa tidak ada perubahan yang terjadi di dalam botol. Mengapa ? Remasan tadi mewakili pemanasan yang terjadi di atmosfer. Kemudian tadi kamu melepaskan botol setelah meremasnya. Hal itu mewakili pendinginan yang terjadi di atmosfer. Jika di dalam botol tertutup oleh kondensasi atau embun, kocoklah botol untuk menghilangkannya.

Lepaskan tutup botol. Dengan hati-hati, nyalakan korek dan peganglah di dekat mulut botol.

Kemudian jatuhkan korek di dalm botol dan segeralah tutup kembali agar asap tidak keluar. Debu, asap dan partikel-pertikel lain di udara adalah bahan kedua untuk membentuk awan.

Sekali lagi, perlahan remas botol dan lepaskan. Apa yang terjadi ? Awan muncul pada saat kamu melepaskan remasan dan menghilang pada saat kamu meremas botol. Bahan ketiga untuk membentuk awan adalah tekanan udara.

Mengapa bisa begitu ?
Uap air dapat dipadatkan menjadi titik-titik awan. Penambahan partikel seperti asap meningkatkan proses kondensasi air. Botol yang diremas menyebabkan penurunan tekanan udara. Hal-hal inilah yang membentuk awan.

“Bersahabat dengan cuaca” (Buku pintar Sekolah Dasar)

About these ads

27 Responses to “Membuat Awan”


  1. 1 mriza
    Mei 12, 2008 pukul 5:29 pm

    Waw keren..
    Ajarkan juga donk, cara buat bakwan udang.. :D hehehe…

    lho kok sepertinya tau ? Bakwan udangkan makanan favoritku :-)

  2. Mei 13, 2008 pukul 9:39 am

    seharusnya dari jaman aku SD udah diajarin yang beginian, biar lebih cepat nangkap
    ini diomongin tekanan-tekanan, gak tahu apa yang tertekan (malah merasa kasihan kepada yang tertekan).. hee,hee

  3. 5 tux
    Mei 14, 2008 pukul 8:59 pm

    Wah semakin mirip ilmuwan :D
    Sayang, acara indosat galileo sudah gak ada lagi, padahal bagus.
    Acara seperti itu kan buat mencerdaskan kita :D

    Iya mas, saya juga senang banget sama acara itu. Senang dengan percobaan-percobannya. Subhanallah, kadang sempat takjub, kok bisa ya… :-)
    Jadi suka juga sama maskotnya n suka nonton cd film-film penemu yang tersedia di perpustakaan sekolah seperti galileo, alexander graham bell dll. Asalnya hanya memikirkan hal yang sangat sederhana dan rasa penasaran , “mengapa bisa begitu ?” :-)

  4. Mei 15, 2008 pukul 3:52 pm

    hehehhe…jadi ingat waktu SD dulu….:D

    percobaannya yg menyenangkan…

    slm knl,

    Salam kenal juga.
    Percobaan begini akan memperkuat ingatan di otak :-)

  5. Mei 17, 2008 pukul 11:08 am

    Menarik. Ntar mau nyoba.

    Semoga bermanfaat :-)

  6. 8 tux
    Mei 17, 2008 pukul 2:44 pm

    Kalau film dokumenter penemu penemu, biasanya saya tonton di TVRI.
    Kalau buku biografi penemu penemu, dulu sering baca di perpustakaan sekolah.
    dan juga dunia sains juga, laku jika main ke toko buku bekas, dan lihat buku/majalah dunia science and technologi, biasanya saya beli, jika murah dan masih bagus.
    jadi ingat, dulu ada buku “mengapa begini, mengapa begitu”, tapi saya belum punya bukunya.

  7. 9 gokimhock
    Mei 17, 2008 pukul 3:02 pm

    absen…

    http://gokimhock.wordpress.com

    yup..dah dicatat di blogroll :-)

  8. Mei 18, 2008 pukul 7:55 pm

    Wah anakku pasti suka ini…
    Apalagi Syamil, si nomor dua, dia sering minta nyanyikan lagu ini….
    Thanks ya mba…

    Yang membuat termometer juga bisa dicoba mbak. Sederhana kok alatnya.
    Semoga Syamil suka :-)

  9. Mei 26, 2008 pukul 11:14 am

    AWAN yah … saya koq malah ingat seseorang yang pernah hadir dihati saya, saya sering mengupamakannya menjadi awan, yang datang sebentar dan pergi bersama hujan, untuk mencerahkan langit.

  10. Mei 26, 2008 pukul 11:28 am

    awan itu bagus tapi kadang menyeramkan…

    salam dari tamrin di tanjung brebes jateng indonesia

    Memang kadang menyeramkan. Tapi… Saya pernah menyaksikan dari pesawat. Subhanallah, persis seperti kapas.
    Salam juga dari Kalbar

  11. Juni 23, 2008 pukul 5:12 pm

    seru2… bagus ni buat bikin yg seru2 di dpn para keponakan yg lg pd libur..hehe

  12. 14 susilo sumarto
    Juli 26, 2008 pukul 3:12 pm

    Saya sangat tertarik dgn acara ini. Perlu disebarluaskan.
    Tks

  13. 15 susilo sumarto
    Juli 26, 2008 pukul 3:14 pm

    Acaranya bagus banget.

  14. 16 sarwono
    Agustus 1, 2008 pukul 4:59 pm

    Bagus sekali ide ini diterapkan di sekolah. semoga para guru semakin kreatif dalam mendidik dan mengajar.

  15. Maret 7, 2009 pukul 6:58 pm

    aJarin guecrbkn awan yg Thats Righ dong!!! please oceH gak Pake LAma yach

  16. Maret 7, 2009 pukul 7:07 pm

    udah BLM koc tidak ada balasan Kl tIdak DI balaz aku Sedih LOhc Cptn DONK !!! Aku DAniel
    Lohc bukan yg lAin

  17. 19 irfan
    Maret 18, 2010 pukul 11:31 am

    bgs jga crnya blh yng lain ga

  18. Agustus 4, 2011 pukul 7:07 am

    asssalamualaikum. izin kopi yaaa

  19. 22 ayu wandira
    Mei 24, 2012 pukul 2:08 pm

    ayu suka dengan observasi ne…. krna ayu termotivasi ntuk mempresentasikan prcbaan ne….

  20. 25 rijanse tamo
    Oktober 8, 2012 pukul 10:43 pm

    bgus bgt bwt dipraktikin,,, i like it

  21. 26 Anggia Dhinie
    November 20, 2012 pukul 11:59 am

    aku ngga ngerti nih.
    bagaimana caranya..??
    botolnya plastik atau kaca..??


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: