Pendahuluan
Awan terbentuk dari udara hangat atau butiran-butiran air/es yang menguap menjadi uap air. Kumpulan uap air ini ada yang terlihat, tetapi ada juga yang tidak terlihat. Uap air yang sering kita lihat inilah yang dinamakan awan. Akan tetapi, meski langit tak berawan, bukan berarti tidak ada air di udara. Hanya saja, uap air itu tidak tampak.

* Syairnya mengingatkan pada masa kecil dulu. Bareng teman-teman di TK nyanyiin lagu ini sambil memandang dan menunjuk ke awan
*
Bahan :
Botol plastik 1,5 liter
Korek api
Air hangat
Cara membuat :
Isilah botol plastik 1,5 liter dengan 1/4 air hangat dan pasang tutupnya. Air hangat yang berevavorasi menambah uap air di dalam botol. Inilah bahan pertama yang kamu butuhkan untuk membentuk awan.
Remas botol kemudian lepaskan dan amati apa yang terjadi. Kamu akan melihat bahwa tidak ada perubahan yang terjadi di dalam botol. Mengapa ? Remasan tadi mewakili pemanasan yang terjadi di atmosfer. Kemudian tadi kamu melepaskan botol setelah meremasnya. Hal itu mewakili pendinginan yang terjadi di atmosfer. Jika di dalam botol tertutup oleh kondensasi atau embun, kocoklah botol untuk menghilangkannya.
Lepaskan tutup botol. Dengan hati-hati, nyalakan korek dan peganglah di dekat mulut botol.
Kemudian jatuhkan korek di dalm botol dan segeralah tutup kembali agar asap tidak keluar. Debu, asap dan partikel-pertikel lain di udara adalah bahan kedua untuk membentuk awan.
Sekali lagi, perlahan remas botol dan lepaskan. Apa yang terjadi ? Awan muncul pada saat kamu melepaskan remasan dan menghilang pada saat kamu meremas botol. Bahan ketiga untuk membentuk awan adalah tekanan udara.
Mengapa bisa begitu ?
Uap air dapat dipadatkan menjadi titik-titik awan. Penambahan partikel seperti asap meningkatkan proses kondensasi air. Botol yang diremas menyebabkan penurunan tekanan udara. Hal-hal inilah yang membentuk awan.
“Bersahabat dengan cuaca” (Buku pintar Sekolah Dasar)
Waw keren..
hehehe…
Ajarkan juga donk, cara buat bakwan udang..
seharusnya dari jaman aku SD udah diajarin yang beginian, biar lebih cepat nangkap
ini diomongin tekanan-tekanan, gak tahu apa yang tertekan (malah merasa kasihan kepada yang tertekan).. hee,hee
Wah semakin mirip ilmuwan
Sayang, acara indosat galileo sudah gak ada lagi, padahal bagus.
Acara seperti itu kan buat mencerdaskan kita
hehehhe…jadi ingat waktu SD dulu….:D
percobaannya yg menyenangkan…
slm knl,
Menarik. Ntar mau nyoba.
Kalau film dokumenter penemu penemu, biasanya saya tonton di TVRI.
Kalau buku biografi penemu penemu, dulu sering baca di perpustakaan sekolah.
dan juga dunia sains juga, laku jika main ke toko buku bekas, dan lihat buku/majalah dunia science and technologi, biasanya saya beli, jika murah dan masih bagus.
jadi ingat, dulu ada buku “mengapa begini, mengapa begitu”, tapi saya belum punya bukunya.
absen…
http://gokimhock.wordpress.com
Wah anakku pasti suka ini…
Apalagi Syamil, si nomor dua, dia sering minta nyanyikan lagu ini….
Thanks ya mba…
AWAN yah … saya koq malah ingat seseorang yang pernah hadir dihati saya, saya sering mengupamakannya menjadi awan, yang datang sebentar dan pergi bersama hujan, untuk mencerahkan langit.
awan itu bagus tapi kadang menyeramkan…
salam dari tamrin di tanjung brebes jateng indonesia
seru2… bagus ni buat bikin yg seru2 di dpn para keponakan yg lg pd libur..hehe
Saya sangat tertarik dgn acara ini. Perlu disebarluaskan.
Tks
Acaranya bagus banget.
Bagus sekali ide ini diterapkan di sekolah. semoga para guru semakin kreatif dalam mendidik dan mengajar.
aJarin guecrbkn awan yg Thats Righ dong!!! please oceH gak Pake LAma yach
udah BLM koc tidak ada balasan Kl tIdak DI balaz aku Sedih LOhc Cptn DONK !!! Aku DAniel
Lohc bukan yg lAin