31
Des
07

Menyikapi Kegagalan

Kegagalan dan kekurangan diri sering menghantui pikiran seseorang. Bermacam-macam permasalahan yang bersumber dari kegagalan tersebut. Mungkin ada beberapa orang yang dalam hatinya muncul pertanyaan semacam ini : mengapa aku tidak lulus UMPTN? padahal pertanyaannya tidak begitu sulit; mengapa saya kalah di tender itu ?; mengapa nasibku selalu nggak mujur ? dan banyak lagi.


1. Jangan menyalahkan diri sendiri

Seseorang yang cenderung selalu berlebihan dalam menyikapi kekurangannya akan cenderung menyalahkan dirinya. Kecaman yang dialamatkan pada diri sendiri kadang membuatnya depresi, marah, tidak bersyukur, rendah diri, pesimis atau egois. Ini dapat mengakibatkan seseorang menjadi menarik diri dari lingkungannya (pasif); dan juga ada yang kemudian memaksakan sisi kelemahan diri untuk berbuat lebih dari kemampuan yang ada, yang akhirnya akan berubah cenderung menghalalkan berbagai cara demi mencapai obsesinya. Ini justru akan bisa menghancurkan dirinya. Sadarilah bahwa kita termasuk makhluk yang diciptakan Allah dengan segala keterbatasan. Kekurangan pada satu sisi tidak menjadikan otomatis kita kurang pada sisi lain. Pasti ada kelebihan diri kita yang tidak dimiliki orang lain, tergantung bagaimana kita mengasahnya. Hargailah diri kita dan pencapaian usaha kita. Karena dengan begitu berarti kita telah mensyukuri nikmat Allah.

2. Tetap optimis

Sikap optimis dan pandangan positif dalam kehidupan akan mampu memberikan kemampuan berpikir secara benar. Berpikirlah positif terhadap apa yang dilakukan. Selama berada pada jalan yang benar, yakinlah pertolongan Allah akan senantiasa menyertai langkah kita. Jangan takut gagal, buanglah pikiran negatif yang hanya akan menghalangi langkah kita. Sesungguhnya segala sesuatu telah ditetapkan Allah. Bila menemui kegagalan pastikan bahwa keinginan itu bukanlah yang terbaik buat kita, karena Allah maha tahu apa-apa yang tidak kita ketahui.

3. Siap mental

Memperkirakan kemungkinan terburuk dapat menjadi suatu persiapan mental. Karena ini dapat mengecilkan bobot musibah bila memang terjadi. Sedangkan berpikir terlalu muluk akan keberhasilan, ini dapat menjadi pukulan berat jika yang tercapai adalah kegagalan. Jadi… yang biasa-biasa saja, tidak perlu berlebihan. Bila kemungkinan terburuk telah kita pikirkan, tentu kita dapat meminimalkan persoalan sesuai dengan kemampuan bila terjadi kegagalan. Selain itu kita juga sudah mempunyai alternatif jalan apa yang kita tempuh.

4. Ikhtiar dan Do’a

Salah satu cara untuk menghilangkan kesedihan adalah menghilangkan faktor munculnya kesedihan, kemudian muncullah faktor yang mampu mengundang kegembiraan. Teruslah berusaha disamping berdo’a kepada Allah SWT memohon pertolongan-Nya. Perbanyaklah zikir untuk memberikan ketenangan di dalam hati. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

“Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan : “seandainya akan begitu. Tapi katakanlah : “Allah sudah menatakdirkan dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” Sebab sesungguhnya seandainya akan membukakan pintu perbuatan setan “ (HR Muslim)

5. Tegar dan Tawakal

Dengan ketegaran, kita akan menyadari bahwa kegagalan dan kekurangan merupakan suatu bentuk cobaan, ia akan meningkatkan keimanan, memperkuat keyakinan dan mendorong semangat untuk terus berhubungan dengan Allah Swt. Dalam menghadapi musibah, kembalikanlah segala kehidupan ini kepada Allah Swt. Bertawakalah dengan ikhlas bahwa segala sesuatu itu telah ditakdirkan oleh-Nya.
Manusia itu memiliki keterbatasan pikiran dan tidak pernah tahu apa yang terjadi esok. Manusia itu ada kalanya membenci sesuatu padahal di dalamnya terkandung kebaikan baginya, dan adakalanya dia merasa senang dengan sesuatu, padahal di dalamnya terkandung keburukan baginya. Kita perlu menyadari bahwa sesungguhnya kebaikan itu hanya ada pada apa yang telah dipilihkan oleh Allah Swt..

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah, daripada seorang mukmin yang lemah” (HR Muslim)

Orang yang kuat adalah orang yang mampu menjalani kehidupannya dengan penuh kepasrahan kepada Allah, berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa.
Belajarlah dari kegagalan yang pernah dialami, agar kita tidak melakukan kebodohan untuk kedua kalinya. Seorang mukmin tidak akan terjatuh ke dalam lubang untuk kedua kalinya.

About these ads

16 Responses to “Menyikapi Kegagalan”


  1. Desember 31, 2007 pukul 5:34 pm

    Pertamax…

    Btw asal usul kata pertamax itu gmn ya? kenapa gak pertama aja, kok malah ditambah hurup x dibelakangnya? bukannya merusak bahasa indonesia?

    Artikelnya belum dibaca mbak, lg buru2 nih, yg penting pertamax dulu :mrgreen:

    hidup pertamax!!!

  2. Desember 31, 2007 pukul 10:34 pm

    OOT: udah baca td, ni mampir lg buat njawab ptanyaan ttg “pertamax” :-D
    Sebenernya saya juga ga tau, ga tau pastinya, maksutnya gtu. Huruf “x” itu lebih ke arah gaya aja mas, IMO. Buat “nggaya” gtu loch. Klo di SMS saya sering dapet kata-kata yang jg diakhiri “x”, yg trnyata maksutnya singkatan dr akhiran “nya” (mngkn tu yg mudah dijangkau/diketik). Nah jk dihubungkan, “pertamax” bisa jadi “pertamanya (aq loh!)”.
    Ah, othak-athik gathuk.. :mrgreen:
    Tau artinya khan? ;-) Olive-chan aja tau koq (kaya’nya sich, hehe).

  3. Januari 1, 2008 pukul 12:50 am

    Wah..komentarnya dah 1 tahun yg lalu :mrgreen:
    Ya..gitu deh, tradisi ‘zuka-zuka’ ga ikut aturan lg.
    Imho: Yg pasti untuk menyingkat. Tu asalnya kan dari sms, karakter di sms kan terbatas toh :-)

  4. 4 Musafir
    Januari 1, 2008 pukul 7:38 am

    Dulu saya sempat stress saat gagal masuk PNS. Tapi kegagalan itu menjadi cambuk bagi saya hingga bìsa jadi pengusaha sekarang ini. Allah lebih tahu yg terbaik bagi hambaNya.
    Syukron artikelnya :-)

  5. 5 Sifa01
    Januari 1, 2008 pukul 9:36 am

    Yang kita anggap baik memang belum tentu baik buat kita. Terbukti tuh, 2 bulan lalu baru putus ma mantan. Dan memang dia bukan yang terbaik untukku.
    Makasih mbak, jadi ada semangat dikit :-)

  6. Januari 1, 2008 pukul 9:59 am

    betul tuch boss :)

    benar banget :)

  7. Januari 1, 2008 pukul 10:52 am

    @Olive-chan: Hm… ok; nih komentar buat taon 2008! :-P

    Phew.. ada juga yg pingin jd PNS yach; lha saya aja puingin bgt ga jd PNS tp sikon skrg boleh dibilang saya “terancam bisa” masuk PNS; hehe.. :twisted:
    Tp type personality saya tampaknya jg ga mmungkinkan jd pngusaha :-|

    Woah, ada yg broken heart jg :shock:

    Smg masing-masing mendapatkan yg trbaik!

    *wedew.. harusnya udh di prjalanan plng nih :-? *

  8. Januari 1, 2008 pukul 11:01 am

    @musafir
    moga jadi pengusaha sukses :-)

    @Sifa01
    Kalo dah putus jangan pacaran lagi ya dek. Banyak borosnya, boros waktu n terutama hati. Mending langsung taaruf aja kalo dah siap. Btw, coba deh baca di sini http://kinindan.wordpress.com/2007/12/19/taaruf-berkenalan-nazhar-saling-melihat/

    @Hyo-San
    OL now ? ;-)
    “terancam bisa” apalagi kalo dah 4 tahunan, ntar sertifikasi, bakalan pasti bisa kaleee :mrgreen:
    Nasib orang ga ada yang tahu

  9. 9 Hanster
    Januari 1, 2008 pukul 11:30 am

    OK Dh,,,
    Boleh di coba nih tipsnya..

  10. Januari 1, 2008 pukul 5:15 pm

    Belajarlah dari kegagalan yang pernah dialami, agar kita tidak melakukan kebodohan untuk kedua kalinya. Seorang mukmin tidak akan terjatuh ke dalam lubang untuk kedua kalinya.

    Ho oh, kedelai.. eh keledai aja gak terperosok ke lubang untuk kali keduanya kok

    Nice post..

  11. Januari 1, 2008 pukul 5:17 pm

    Eh ada yg lagi putus ya? Hmmm dengerin kata mbak olive tuh :)

  12. Januari 1, 2008 pukul 5:19 pm

    Hatrick!!! Ini istilah apa pula? :mrgreen:

  13. 13 SMPN2 Tanah Grogot
    Januari 4, 2008 pukul 10:08 am

    Dulu sya pernah gagal, saat ngerasa semua bisa dicapai :-) Gara-gara setitik rasa sombong di hati rusak usaha 3 tahun :-) Tapi, slalu ada hikmah dalam setiap peristiwa kehidupan… Kadang kala kegagalan merupakan salah satu cara allah untuk membuka pintu kesuksesan yang lebih besar lagi… Yang penting jangan pernah menyerah dan putus asa…

  14. Januari 4, 2008 pukul 9:49 pm

    @herr: Oh, IMO istilah “hattrick” itu khan yang sering terdengar kalo’ orang bersin ;-)
    @SMPN2 Tanah Grogot: *wedew.. jauhnya :-) *

    …saat ngerasa semua bisa dicapai…

    Saya pribadi malah ngerasa mana/apa yang udah saya capai; hehe…

    …Kadang kala kegagalan merupakan salah satu cara allah untuk membuka pintu kesuksesan yang lebih besar lagi…

    Iya, asal ga sering-sering azaa; klo 9 dari 10 kesuksesan dibuka dulu dg kegagalan… wah, cuappe’ deech :mrgreen:

  15. Januari 4, 2008 pukul 10:49 pm

    aww. pa kabar mbak? silaturahim ya. tips yg bagus, saya sendiri mengalami stress waktu memutuskan keluar kerja yg sdh ditekuni 12 tahun dengan satu alasan, kembali menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak2 karena bapaknya mesti ke londo untuk sekolah lagi. Pelarian adalah toko buku, ambil buku2 yg mensupport mental , jangan beli novel yg sedih-sedih nanti makin sedih, cari tau apa yg kita sukai u mulai usaha dengan niat yg tulus dan selalu mensyukuri sekecil apapun usaha yg di dapat, pilih satu aja jenis usaha dan coba tekuni dengan setuluh hati di campur doa yg tiada henti, Allah Maha Besar dan tidak pernah tidur, Dia melihat apa yg dilakukan oleh hamba-Nya dan Alhamdulillah, walaupun masih jauh dari sebutan pengusaha besar, setidaknya sudah selangkah lebih maju dari sebelumnya, dapat berbagi ilmu yg dipinjamkan sang Empunya ( so ga boleh sombong dengan ilmu yg ada dikita), tetap bisa punya penghasilan dan yg terpenting dapat selalu mendampingi sang Elang ( kalil gibran) dengan harapan kelak mereka dapat terbang tinggi dengan gagah perkasa dalam mengarungi dunia yg cuma sebentar ini. wassalam.

  16. Januari 5, 2008 pukul 8:32 am

    @ SMPN2 Tanah Grogot
    Dari nama blognya, sepertinya ini adminnya ya :-) Lam kenal ya….
    Kalo ga salah, teman saya juga ada yang tinggal di sana

    @ Hyo-San
    Capek ga capek, namanya juga cobaan :-)

    @ Defidi
    Alhamdulillah baik bu :-)
    Kalo saya sih memang punya niat mau berhenti kerja kalo dah nikah nanti. Sekarang dah mulai merintis usaha buat persiapan nanti :-)
    Saya senang banget mengunjungi blog ibu, coz banyak resepnya terutama cake. Saya senang buat cake. Alhamdulillah tiap menjelang lebaran dapat beberapa pesanan cake lapis. Tapi masih pake “politik thank you”, belum digeluti. Mungkin ntar kalo ga kerja lagi coz terkait dengan waktu :-) .
    Subhanallah, saya senang banget baca komentar ibu, jadi lebih semangat merintis usaha nih :-)
    Jazakillah atas sharenya :-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


a

Yang bersilaturahmi

who's online

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: